Selasa, 02 April 2013

Apa yang terlihat dari anak indigo jika dilihat Orang awam?


Apa yang terlihat dari anak indigo jika dilihat awam?

- berbicara Anak indigo lebih dewasa, baik cara memandang, berempati, mengekspresikan emosi, dll.

- menyikapi kehidupan yang lebih baik, tidak tergesa-gesa memutuskan sesuatu dan lebih memahami yang terjadi pada dirinya sehingga mereka dapat menempatkan posisi mereka pada kehidupan.

- cara menasehati dan pembawaan, mereka yang baik mampu mengerti emosi lawan bicara dan mengerti apa yang diinginkan lawan bicara kemudian merumuskan dan membawa pada situasi yang lebih baik.

- Secara lelucon, mereka berusaha untuk menjaga lawan bicara, mereka akan menolaak lelucon berbau melecehkan yang dapat membuat seseoarang tersinggung, karena rasa tersinggung ini juga terbaca dan empati lawan bicara terbaca, jika salah menggunakan, dapat saja mengakibatkan dirinya mengalami empati yang menyakitkan.

- Kedalaman pemahaman yang di miliki tersirat dari apa yang diucapkan, mereka sangat sulit mengatakan sesuatu to the point, untuk menghindari empati yang menyakitkan, namun dapat bersikap to the point.
- mengerti hal baru lebih cepat dan menangkap hal baru lebih cepat, sehingga pengertian tersebut tumbuh dan membuat persamaan pola pandang.
- Mampu mengungkapkan empati, rasa bersalah, kesedihan dan kegembiraan secara gamblang kepasa situasi yang ada disekitarnya kepada lawan bicara.
- Mampu membaca dan tidak sadar mereka mengomongkan apa yang kita lakukan, sebelum kita memberitahunya, kadang hal ini mengejutkan.
Lalu mengapa mereka sangat dijauhi dengan sikap yang seperti itu?
- Mereka menangkap empati di sekitar mereka, sedangkan kita lebih cuek dan hanya memikirkan apa tujuan kita berada disitu, bersama siapa kita dan apa yang kita inginkan, kita enggan keluar dari zona aman untuk memperhatikan kesulitan disekitar kita, bahkan terkadang kita tidak sengaja meluap emosi kita ketika kita disuruh keluar dari zona nyaman untuk membantu orang lain, apalagi kadang kita berfikir, kita saja butuh dibantu, apa masih mau membantu orang lain, pada situasi mendesak kadang hal ini membuat perselisihan,
- Mereka menangkap emosi kita, sehingga anak indigo merasa nyaman sendiri bisa berbuat terbaik untuk diri sendiri dan orang lain, tanpa harus terbeban dengan temanya yang enggan berempati, hanya menimbulkan perselisihan saja.
- Anak indigo merasa dirinya pribadi dan teman-teman/kelompok mereka pada saat itu akan berempati ketika ada kesusahan atau hal yang membutuhkan bantuan, namun senyatanya mereka mengerjakan sendiri, semisal ada seorang tua dalam suatu pesta kesusahan mengangkat meja, apa yang kita lakukan, sedangkan kita hanya tamu disana.
- Mereka memiliki target dalam suatu pengetahuan yang "ingin" mereka pelajari, sehingga harus benar-benar menguasainya secepa mereka dapat menguasai, dalam proses ini mereka cenderung menyendiri dan berusaha maksimal, bahkan mereka mampu melakukan penguasaan tersebut dalam beberapa hari, dan hanya diselingi dengan tidur saja, tanpa bermain hingga dia menguasainya. Pada taraf ini mereka enggan diganggu, dan ketika memfokuskan belajar nampak seperti autis, karena target selanjutnya adalah hal lain. Hal ini yang kadang membuat mereka nampak dijauhi teman mereka, karena tidak menyediakan waktu bermain, lazimnya teman lain.
- Pada tahap kritikal suatu kondisi tidak sesuai dengan yang seharusnya terjadi, membuat kesalahan fatal, tidak sesuai empati atau tidak sesuai dengan role kesepakatan bersama/bukan pada "aturan", mereka dapat membicarakan secara blak-blakan, hal ini kadang membuat mereka tidak disukai temanya.
- Terkadang mereka sangat berapi-api dalam menyampaikan ide mereka yang baik dan sebenarnya trobosan baru yang menarik, berusaha "memaksakan"/dalam artian semangat mengenai ide mereka tersebut, terkadang hal ini tidak diterima dengan baik oleh orang lain, sehingga ketika ini tidak berjalan sesuai dengan kebiasaanya mereka terkadang merasa ada yang salah dan memilih untuk tidak mengikiti kegiatan itu. Kekerasan hati ini yang kadang membuat orang kurang nyaman. semisal sekarang ini saatnya dunia IT maka kita harus paham seluk beluk IT karena 5-10 tahun kedepan tidak ada produk tanpa dunia IT, maka kita harusnya mulai mempelajarinya dan menggunakanyanya dalam sistem organisasi sehingga kita lebih teratur, terjadwal dan lebih tepat sasaran untuk pengambilan keputusan dan semua dapat dipertanggungjawabkan, karena record jelas dan terperinci. dengan hal ini, siapa yang akan sependapat?
Hal ini lah yang membuat anak indigo di kenal sebagai "Star Children" sekaligus di jauhi sebagai pribadi kepada teman-teman mereka.


Anak-Anak INDIGO


Anak-anak Indigo telah menjadi fenomena dan kajian dalam 10 tahun terakhir ini. Walau beberapa pribadi dan komunitas mulai berupaya mengelola anak-anak indigo di Indonesia, tetapi semuanya masih dilakukan secara ‘sambilan’ dan belum ada yang benar-benar fokus. Mudah-mudahan saduran artikel dari berbagai sumber ini dapat mendorong dan membuka wawasan untuk berkembangnya anak-anak indigo di Indonesia sesuai dengan bakat dan misi mereka di dunia ini.

Logo INDONESIAN INDIGO COMMUNITY



Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet. Orang indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak.


Anak indigo adalah anak yang memiliki lapangan aura berwarna nila. Cara berpikirnya yang khas, pembawaannya yang tua, membuat anak indigo tampil beda dengan anak sebayanya. Pancaran aura yang dimilikinya membawa kepada suatu karakteristik perilaku unik. Secara fisik anak indigo sama sekali tak berbeda dengan anak lainnya.

Lewat bukunya Understanding Your Life Through Color, Nancy Tappe (1982) membuat klasifikasi manusia berdasarkan warna energi atau cakra. Cakra adalah pintu-pintu khusus dalam tubuh manusia untuk keluar masuknya energi. Pada tubuh manusia terdapat 7 cakra utama, yaitu cakra mahkota ada di puncak kepala, cakra Ajna di antara dua alis, cakra tenggorokan di tenggorokan, cakra jantung di tengah dada, cakra pusar ada di pusar, cakra seks ada pada tulang pelvis, dan cakra dasar ada di tulang ekor.

Anak indigo memiliki keunggulan pada cakra Ajna (the third eyes) yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak. Adanya mata ketiga ini membuat anak indigo disebut memiliki indra keenam. Mereka dianggap memiliki kemampuan menggambarkan masa lalu dan masa datang.

Satu hal yang penting dan digaris bawahi, yaitu tidak jarang anak indigo salah diidentifikasi. Mereka sering dianggap sebagai anak LD (Learning Sidability) ataupun anak ADD/HD (Attentian Deficit Disorder/Hyperactivity Disorder). Perbedaannya adalah ketidakajegan munculnya perilaku yang dikeluhkan. Misalnya pada anak indigo, mereka menunjukkan keunggulan pemahaman terhadap aturan-aturan sosial dan penalaran abstrak, tapi tak tampak dalam kesehariannya, baik di sekolah maupun di rumah.

@Terdapat 4 macam anak indigo:

* Humanis. Tipe ini akan bekerja dengan orang banyak. Kecenderungan karir di masa datang adalah dokter, pengacara, guru, pengusaha, politikus atau pramuniaga. Perilaku menonjol saat ini hiperaktif, sehingga perhatiannya mudah tersebar. Mereka sangat sosial, ramah, dan memiliki pendapat kokoh.
* Konseptual. Lebih enjoy bekerja sendiri dengan proyek-proyek yang ia ciptakan sendiri. Contoh karir adalah sebagai arsitek, perancang, pilot, astronot, prajurit militer. Perilaku menonjol suka mengontrol perilaku orang lain.
* Artis. Tipe ini menyukai pekerjaan seni. Perilaku menonjol adalah sensitif, dan kreatif. Mereka mampu menunjukkan minat sekaligus dalam 5 atau 6 bidang seni, namun beranjak remaja minat terfokus hanya pada satu bidang saja yang dikuasai secara baik.
* Interdimensional. Anak indigo tipe ini di masa datang akan jadi filsuf, pemuka agama. Dalam usia 1 atau 2 tahun, orangtua merasa tidak perlu mengajarkan apapun karena mereka sudah mengetahuinya.

Mengidentifikasi Anak-anak Indigo

Pendapat tentang anak-anak Indigo tidak terbatas para pakar psikologi dan pada prinsipnya terdapat pandangan yang sama tentang mengapa dan untuk apa anak-anak indigo ini lahir ke dunia.

Sandra Sedgbeer, seorang redaktur dan penerbit majalah: “Anak-anak yang lahir saat ini nampaknya mempunyai lebih banyak “perangkat lunak” yang telah dimasukkan ke sistem mereka. Mereka adalah lompatan evolusioner; mereka menunjukkan pada kita ke mana langkah tujuan kita sebagai spesies. Dan saya yakin bahwa anak-anak ini lahir dengan susunan saraf yang kemampuannya lebih tinggi. Kita semua juga memiliki kemampuan seperti itu, tetapi kita telah kehilangan itu lebih dari ratusan tahun lalu.”

Neale Donald Walsch, pengarang: “Menurut saya, anak-Anak Indigo adalah anak-anak yang kesadarannya berkembang secara dramatis mengenai semua hal yang ada di sekitar mereka, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.”

Elizabeth Green, pengarang dan dosen: “Mereka memiliki dasar spiritual yang sangat tinggi. Tidak religius, tetapi spiritual…. Mereka mempunyai perasaan yang dapat mengetahui adanya kekuatan yang lebih tinggi.”

Elijah, seorang musisi: “Ada beberapa Indigo yang turun ke planet ini membawa pedang kemauan, pedang kekuatan, untuk memangkas paradigma lama dan menembus ilusi. Ada yang membawa welas asih yang lembut dan ada yang membawa bahasa baru cahaya dan suara…Kenapa para Indigo ke sini? Para Indigo ke sini untuk menjembatani Surga dan Bumi.”

KH Amiruddin Syah dari Institut Kajian Tasawuf: “Az Zukhruf”, Jakarta: “Menurut sejarah, Pancasila disusun oleh anak-anak indigo. Pada abad ke 14 Mpu Prapanca menulis Nagarakartagama. Dalam buku tersebut dituliskan Bhinneka Tunggal Ika yang kemudian disempurnakan oleh Mpu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika kemudian dipahami sebagai budaya yg berbeda-beda namun tujuannya adalah satu dan agama yang berbeda juga bertujuan satu yakni Allah dan Kehidupan yang baik”.

Dr Tubagus Erwin , Pakar psikologi anak dari Universitas Indonesia (UI) : ” Anak Indigo memang berbeda dengan anak-anak sebayanya. Anak indigo memiliki moto berjiwa dewasa serta mampu membedakan dan menghargai perbedaan. Namun, indigo bukanlah sesuatu penyakit karena tidak termasuk dalam daftar penyakit sedunia yang dikeluarkan WHO. Mereka memiliki kekuatan spiritual yang tidak dimiliki semua orang. Meski demikian, anak indigo bisa sehat dan sakit, baik secara fisik maupun mental. Yang jelas, anak semacam ini memerlukan pendidikan khusus. Semua tergantung interaksi dengan lingkungannya.”

Apakah anak Anda adalah seorang anak Indigo? Ciri-ciri di bawah ini dapat digunakan sebagai patokan awal untuk mengetahui apakah anak Anda berbakat Indigo atau tidak.

Ciri-ciri anak berbakat yang indigo:

* Memiliki sensitivitas tinggi.
* Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebihan.
* Mudah sekali bosan.
* Menentang otoritas bila tidak berorientasi demokratis.
* Memiliki gaya belajar tertentu.
* Mudah frustasi karena banyak ide namun kurang sumber yang dapat membimbingnya.
* Suka bereksplorasi.
* Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya.
* Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain.
* Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.

Menurut Tubagus Erwin, Alumnus Kedokteran Unair 1967 dan seorang pakar Indigo, anak indigo memiliki enam sifat:

* Tingkat kecerdasan superior. Biasanya IQ-nya di atas 120. Sehingga mereka enggan mengikuti ritual yang tidak rasional dan tidak spiritual.
* Anak indigo dapat mengerjakan sesuatu tanpa diajarkan terlebih dahulu.

* Dapat menangkap perasaan, kemauan, atau pikiran orang lain.
* Dapat mengetahui sesuatu yang tidak dapat dipersepsi oleh pancaindera di masa kini, masa lampau (post-cognition), dan masa depan (pre-cognition).

* Mengetahui keberadaan makhluk halus.
* Anak indigo tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan

Membesarkan Anak-anak Indigo

Karena kemampuan khusus yang dimiliki oleh Anak Indigo, mereka menghadirkan tantangan baru bagi orang tua mereka maupun sistem sekolah yang ada saat ini untuk menemukan cara yang tepat demi membantu dan membimbing mereka. Sistem yang ada saat ini tampaknya tidak memiliki cukup instrumen untuk menyediakan lingkungan yang tepat demi memenuhi kebutuhan mereka. Banyak anak berbakat yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan sekolah sehingga mereka dikatakan bermasalah seperti terkena Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder) atau autisme. Sebenarnya, kemampuan mereka jauh di depan. Kebutuhan mereka lebih banyak. Di samping mengajarkan cara menghafalkan data, banyak pendidik menyatakan bahwa sekolah juga seharusnya mengajarkan anak-anak cara mengambil keputusan, cara makan yang benar, bahkan cara menanam bahan makanan, dan cara untuk bermeditasi. Sekolah semestinya mengusahakan cara-cara untuk memanfaatkan apa yang ada dalam diri anak, membuka kebijaksanaannya yang bersemayam di sana secara alami.

Apa yang harus dilakukan orangtua:

* Hargai keunikan anak dan hindari kritikan negatif.
* Jangan pernah mengecilkan anak.
* Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
* Bantu anak untuk berdisiplin.
* Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
* Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
* Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggap mengada-ada.
* Jadikan sebagai mitra dalam membesarkan mereka.

Menurut Carol dan Tober, anak-anak Indigo memiliki 10 atribut berikut:

* They come into the world with a feeling of royalty (and often act like it). [Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi.]
* They have a feeling of “deserving to be here,” and are surprised when others do not share that. [Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya.]
* Self-worth is not a big issue; they often tell the parents “who they are.” [Mereka menganggap bahwa dirinya bukanlah yang utama; seringkali menyampaikan jati dirinya kepada orang tuanya.]
* They have difficulty with absolute authority (authority without explanation or choice). [Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan]
* They simply will not do uncertain things; for example, waiting in line is difficult for them. [Mereka enggan melakukan hal yang tidak pasti, seperti menunggu.]
* They get frustrated with systems that are ritually oriented and do not require creative thought. [Mereka kecewa bila menghadapi ritual dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.]
* They often see better ways of doing things, both at home and in school, which makes them seem like “system busters” (non-conforming to any system). [Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan 'non konformistis' terhadap sistem yang berlaku]
* They seem antisocial unless they are with their own kind. If there are no others of like consciousness around them, they often turn inward, feeling like no other human understands them. School is often extremely difficult for them socially. [Mereka tampak anti sosial dan terasing kecuali berada dalam lingkungan sesama indigo. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisaaasi.]

* They will not respond to “guilt” discipline. [Mereka tidak akan menanggapi disiplin yang salah.]
* They are not shy in letting it be known what they need. [Mereka tidak sungkan untuk meminta apa yang dibutuhkannya]

Anak-anak Indigo sebagai pembawa perubahan.

Menurut Gary Zukave, “Kita sedang berada di tengah-tengah besarnya perubahan kesadaran manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan perubahan pada kesadaran umat manusia ini akan menata ulang apa yang akan dilakukan oleh manusia. Perubahan itu menata ulang jutaan individu dan, menurut saya, dalam beberapa generasi saja, ia akan menata ulang seluruh pengalaman umat manusia. Dan dengan demikian, perubahan itu akan melahirkan anak-anak dalam lingkup persepsi baru yang lebih luas, dan perubahan itu akan memperbesar persepsi mereka yang sedang menjalani kehidupan di dunia ini. Peristiwa besar itu bukanlah kemunculan Anak-Anak Indigo, tetapi kelahiran sebuah dunia Indigo.”

Ciri-Ciri Anak Indigo dan Cara Mendidiknya



Anak indigo atau anak nila adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai orang yang lebih empatik dan kreatif.

Meskipun tidak ada satu bukti penelitian pun yang membuktikan keberadaan anak indigo atau sifat mereka, fenomena ini menarik perhatian orang tua yang anaknya didiagnosis mengalami kesulitan belajar atau yang ingin anaknya spesial. Kaum skeptik memandangnya sebagai cara orang tua menghindari penanganan pediatrik atau diagnosis psikiatrik yang tepat. Daftar sifat yang dimiliki anak indigo juga dikritik karena terlalu umum sehingga dapat diterapkan untuk hampir semua orang (efek Forer). Fenomena indigo dituduh pula sebagai alat untuk menambang uang dari orang tua yang mudah ditipu.
Ciri-Ciri Anak Indigo Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak.

Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.
Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.
Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.
Ciri-Ciri Anak Indigo yang sesungguhnya
Untuk mengetahui seorang ciri-ciri anak indigo atau tidak dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Pemeriksaan Kecerdasan
Pemeriksaan secara psikologis dapat dilakukan dengan cara mengukur tingkat kecerdasan anak. Anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi, bahkan melebihi kecerdasan rata-rata anak pada umumnya. Untuk dapat dikatakan sebagai indigo, IQ seorang anak harus lebih dari 130 poin.

2. Periksa Aura
Aura adalah energi elektromagnetic yang berputar mengelilingi tubuh. Energi ini tergambar dalam aneka warna yang beragam dan dapat dilihat melalui pemeriksaan Aura Video Station atau ESP (Extra Sensory Perception). Anak indigo memiliki aura berwarna keunguan yang merupakan representasi kondisi mental yang bersifat spiritual.

3. Membandingkan Dengan Realitas
Anak indigo sering dianggap berhalusinasi apabila melihat bayangan atau sosok yang aneh dan ganjil. Untuk memastikan keabsahanannya, bisa dicek langsung dengan realitas di lapangan.
Misalnya pada anak indigo dengan kemampuan melihat kejadian di masa depan atau precogniton, apabila perkataannya kemudian lantas benar terjadi, maka ada kemungkinan ia indigo. Jika banyak perkataannya yang ternyata terbukti, maka jelas sudah ia memiliki kemampuan indigo.
Cara Mendidik Anak Indigo

Nah info-asik akan memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:
  1. Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.
  2. Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.
  3. Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.
  4. Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.
  5. Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.
  6. Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.
  7. Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.
  8. Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain.Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.
  9. Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.
  10. Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.
Apakah ciri-ciri anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan khawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.

10 Ciri Orang yang berfikir Positif


Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.


1. Melihat masalah sebagai tantangan

Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnya

Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide

Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak

Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa
tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya

Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu

Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan

Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini
jelas bukan penganutnya.

8. Menggunakan bahasa positif

Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu
pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif

Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan
tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri

Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di
dalam.

10 Manfaat Sehat “Senyum”

ME!

“Senyum anda, Senyum kami “. Itu slogan yang biasa didengungkan para praktisi kesehatan gigi. Ini yang setiap hari dilakukan oleh mereka. Berusaha untuk menganalisis masalah utama kesehatan gigi dan mulut, melakukan tindakan perawatan gigi dan mulut, mengevaluasi hasilnya, melakukan penelitian dan terobosan terhadap kemungkinan perawatan yang lebih canggih serta terus mengupdate perkembangan teknologi semata-mata hanya dengan satu tujuan yaitu bagaimana membuat semua orang bisa “tersenyum” tentu saja senyum yang sehat dan indah. Senyum mungkin bagi anda adalah hal yang sederhana dan mudah, cukup menarik sudut bibir ke arah samping dan menampakkan gigi mudah kan? Namun tidak sesederhana itu, kadang tersenyum saat-saat tertentu sangatlah sulit. Terlebih jika anda tidak “mood” untuk senyum.


Senyum dihubungkan dengan karakter seseorang, karena tidak sedikit ditemukan sifat individu yang “murah senyum”. Senyum banyak dikaitkan dengan perasaan hati, kondisi jiwa, dan mood. Senyum dapat mempengaruhi kesehatan, tingkat stress, dan daya tarik anda. Senyum juga dipercaya sebagai salah satu jalan jika ingin awet muda. Senyum diketahui mempunyai manfaat untuk kesehatan diantaranya yaitu :


1. Senyum membuat anda lebih menarik.

Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari anda, tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.


2. Senyum mengubah mood anda

Ketika anda merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood anda akan berubah menjadi lebih baik.


3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum

Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya, dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda akan disukai oleh banyak orang.


4. Senyum dapat Mengurangi stress

Stress secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa ”down”. Jika anda sedang stresss cobalah untuk tersenyum, maka stress anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.


5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda

Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.


6. Senyum menurunkan tekanan darah anda

Ketika anda tersenyum,maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.


7. Senyum mengeluarkan endorphins, (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.


8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda

Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda, dan merasa lebih baik.


9. Senyum membuat anda tampak sukses

Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya. Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji, yakin rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.


10. Senyum membuat anda tetap positif

Cobalah tes ini: Senyumlah. Lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti tersenyum. Sulit kan ? . Karena ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.


Maka jauhkan diri anda dari depresi, stress, dan rasa khawatir dengan satu kata yaitu “senyum”, tentu saja dengan memberikan senyum pada tempat dan suasana yang tepat, tidak kemudian

http://yuriantiku.blogspot.com/
By:: Yuri

Indahnya Memaafkan dan Menyambung Tali silaturahmi

Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR. Ibnu
Majah).

Dalam sekian tahun perjalanan hidup kita di dunia yang indah ini, pasti kita pernah mengalami yang namanya "disakiti" oleh orang lain; baik secara fisik maupun mental (perasaan). Karena kita adalah makhluk sosial maka kita tidak bisa tidak meski bergaul dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki beraneka ragam kepribadian. Dari interaksi inilah mungkin sekali kita pernah "tersakiti". Jika yang disakiti adalah fisik kita, mungkin esoknya sudah sembuh. Namun jika yang disakiti adalah hati kita, akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. Bahkan tidak sedikit manusia yang membawa luka hatinya sampai mati; sungguh mengenaskan! Luka hati ini biasanya akan berbuah "dendam" yaitu amarah yang terpendam.

Memang wajar bila perasaan kita disakiti oleh orang lain maka kita akan sakit hati, dan lebih parah lagi menjadi pendendam sejati. Apakah menyimpan dendam itu baik? Tentu tidak! Bahkan bisa dikata: bahaya. Terus, apa dong bahaya mendendam?

Adi W.G., seorang pakar mind technology dan ahli hypnotherapy menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk maju dan berkembang karena energi psikis mereka terkuras untuk mempertahankan emosi marah dan dendam pada seseorang. Emosi negatif yang tetap "dipelihara" dengan sangat tekun ini ia sebut dengan vampir energi psikis.

Demikian mengerikan pengaruh dari emosi marah dan dendam pada diri kita. Kita selama ini mengira bahwa dengan mendendam orang yang pernah menyakiti kita, itu akan menjadi balasan yang setimpal. Ternyata kita salah karena justru kitalah yang jadi makin menderita sendiri.

Lalu agar kita bisa bebas dari belenggu dendam yang jadi vampir energi psikis kita itu bagaimana caranya?

Caranya mudah, tapi juga susah… Mudah, karena kita tinggal meneladani akhlak Nabi Muhammad saw ketika beliau dihina, diludahi, dilempari batu atau kotoran onta, bahkan hendak dibunuh oleh orang-orang kafir ketika Islam baru turun ke bumi (masa awal Nabi berdakwah). Apa itu? Ya, benar… Jawabnya adalah dengan MEMAAFKAN! Beliau selalu memaafkan mereka dengan tulus, bahkan beliau menengok orang yang sering meludahinya ketika ia sakit sehingga si kafir itu masuk Islam melihat betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad saw yang begitu agung tersebut. Beliau adalah sosok teladan yang paling pemaaf. Kemuliaan akhlaknya begitu memukau sehingga berbondong-bondong warga Arab masuk Islam.

Tapi kenapa "memaafkan" itu susah? Ya, karena kita selalu mencari pembenaran kenapa kita harus marah dan dendam. Kita selalu merasa berhak dan pantas marah/dendam kepada orang yang menyakiti kita tanpa pernah mau mencoba melihat sesuatu yang menyakitkan itu dari sudut pandang yang berbeda. Coba sekali-kali kita berpikir dari sudut pandang orang yang menyakiti kita, mungkin kita akan bisa bersikap lebih obyektif. Tapi kata-katanya sungguh menyakitkan? Tapi ia telah menghina saya? Tapi ia telah berkhianat? Tapi ia benar-benar tak berperasaan? Tapi…? Tapi…? Kita bisa mencari seribu alasan lain!

Eh, tahu nggak? Sesungguhnya orang lain menyakiti kita sebenarnya karena mereka adalah manusia lemah. Makanya jangan sedih kalau kita disakiti. Kita pantas bersyukur karena dengan mengalami "disakiti" kita mendapat peluang untuk mencontoh akhlak Nabi, yakni memaafkan.

Adi W.G. juga menyatakan bahwa memaafkan tidak berarti kita menyetujui. Memaafkan melibatkan keinginan untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lain - untuk bisa memahami dan melepaskan. Lebih jauh Adi menjelaskan, "Saat kita memaafkan dengan tulus orang yang pernah menyakiti kita, maka yang terjadi adalah kita menyingkirkan vampir energi psikis yang selama ini menyedot energi kita tanpa kita sadari, dan sejak saat itu energi kita meningkat drastis, vibrasi kita meningkat, dan kita mulai memanifestasikan sukses dengan sangat cepat dan mudah."

Dalam Al Qur'an surat Asy Syuura ayat 40, dengan sangat indah Alloh SWT berfirman yang artinya: "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik* maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."

Bukankah Persatuan Islam merupakan bagian 'akidah'. Sehingga Allah sangat
memurkai orang2 yang memutuskan silaturahmi dan hanya membolehkan 'bermarahan'
tidak lebih dari tiga hari.

Dari Abu Ayyub Al-Anshori r.a bahwa ada seorang berkata kepada Nabi saw., “Beritahukanlah kepadaku tentang satu amalan yang memasukkan aku ke surga. Seseorang berkata, “Ada apa dia? Ada apa dia?” Rasulullah saw. Berkata, “Apakah dia ada keperluan? Beribadahlah kamu kepada Allah jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tegakkan shalat, tunaikan zakat, dan ber-silaturahimlah.” (Bukhari)

*dikutif dari berbagai sumber semoga masukannya memberi manfaat bagi kita semua dan mendapatkan balasan yg setimpal dari NYA, Amien.

http://yuriantiku.blogspot.com/

Mungkin aku yang terlalu berharap


Rasanya semua berjalan begitu cepat, berkenalan dan tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa perubahan banyak di hidupku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika kau hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang aku tau.


Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan diantara aku dan kamu?


Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karna kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah aku jika aku sering menjatuhkan airmata untukmu? Aku selalu kehilanganmu, kamu selalu pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku siapa ?!


Janjimu terlalu banyak hingga aku tak bisa menghitung mana yang belum kamu tepati. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus.


Apakah aku tak berharga dimatamu? Aku tak bisa bicara banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang telah terjadi. Aku tak berhak berbicara tentang cinta, jika kau terus tulingan telinga. Aku tak mungkin bisa berkata rindu, jika berkali-kali kau ciptakan jarak yang terlalu jauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam percakapanku dengan Tuhan.


Apakah aku tak pantas bahagia bersamamu? Terlalu banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku  mencintaimu yang mungkin sudah tak lagi mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.


Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya aku juga ingin tau, dimana kau letakkan hatiku yang selama ini ku berikan padamu? Tapi, pasti kamu enggan untuk menjawab dan tak mau tau tentang rasa penasaranku. Siapakan seseorang yang telah beruntung memiliki hatimu?


Mungkin... semua memang salahku yang menganggap semua berubah menjadi seperti keinginanku. Yang bermimpi bisa mengembalikan kisah cintaku kpdmu. Salahkah jika perasaanku tumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya karna kau pernah menjadi seseorang di hatiku tapi juga sebagai seseorang yang begitu bernilai di hidupku.


Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin memang aku yang berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang jauh dari genggaman tanganku. Akulah yang bodoh. Akulah yang bersalah.


Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi, Aku biasa tersakiti kok. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak pernah sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.